<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Hikmah Teladan</title>
	<atom:link href="http://hikmahteladan.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hikmahteladan.com</link>
	<description>Berani Gagal Berani Mencoba</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Apr 2012 10:22:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Download Wawancara 1</title>
		<link>http://hikmahteladan.com/download-wawancara-1.html</link>
		<comments>http://hikmahteladan.com/download-wawancara-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 10:22:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[download]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahteladan.com/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[Silahkan Download bahan untuk penulisan deskriptif. Download]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Silahkan Download bahan untuk penulisan deskriptif.</p>
<p><a title="Download" href="http://www.mediafire.com/?3je204898n5829j" target="_blank">Download</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahteladan.com/download-wawancara-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Unggulan (Humaniora)</title>
		<link>http://hikmahteladan.com/program-unggulan-humaniora.html</link>
		<comments>http://hikmahteladan.com/program-unggulan-humaniora.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2012 09:41:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Us]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahteladan.com/?p=668</guid>
		<description><![CDATA[Setiap siswa memiliki bakatnya masing-masing. Humaniora adalah program yang menyediakan ruang bagi pengembangan minat dan bakat siswa sehingga sisi kemanusiaan, intelektual dan kepribadian berkembang secara seimbang. Dalam humaniora, siswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang ia minati seperti sepak bola, musik, memasak, elektro, kepanduan, komputer, sulap, catur, sepak bola, pencak silat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2012/03/humaniora.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-669" title="humaniora" src="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2012/03/humaniora-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap siswa memiliki bakatnya masing-masing. Humaniora adalah program yang menyediakan ruang bagi pengembangan minat dan bakat siswa sehingga sisi kemanusiaan, intelektual dan kepribadian berkembang secara seimbang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam humaniora, siswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang ia minati seperti sepak bola, musik, memasak, elektro, kepanduan, komputer, sulap, catur, sepak bola, pencak silat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahteladan.com/program-unggulan-humaniora.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Unggulan (Wisata Buku)</title>
		<link>http://hikmahteladan.com/program-unggulan-wisata-buku.html</link>
		<comments>http://hikmahteladan.com/program-unggulan-wisata-buku.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2012 09:26:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Us]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahteladan.com/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[Buku adalah hal penting dalam pembelajaran dan sudah seharusnya jika sejak dini, anak diakbrabkan dengan buku.  Wisata buku telah menjadi program tetap SD hHikmah Teladan. Acara yang selalu di tunggu-tunggu oleh siswa SD Hikmah Teladan ini dilaksanakan berkerjasama dengan praktisi perbukuan seperti toko buku, penerbit dan perpustakaan umum Dengan program ini diharapkan siswa memiliki budaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2012/03/wisata-Buku.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-665" title="wisata Buku" src="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2012/03/wisata-Buku-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Buku adalah hal penting dalam pembelajaran dan sudah seharusnya jika sejak dini, anak diakbrabkan dengan buku.  Wisata buku telah menjadi program tetap SD hHikmah Teladan. Acara yang selalu di tunggu-tunggu oleh siswa SD Hikmah Teladan ini dilaksanakan berkerjasama dengan praktisi perbukuan seperti toko buku, penerbit dan perpustakaan umum</p>
<p>Dengan program ini diharapkan siswa memiliki budaya membaca yang baik serta tumbuh kecintaannya terhadap buku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahteladan.com/program-unggulan-wisata-buku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Unggulan (Unjuk Kerja)</title>
		<link>http://hikmahteladan.com/program-unggulan-unjuk-kerja.html</link>
		<comments>http://hikmahteladan.com/program-unggulan-unjuk-kerja.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 10:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Us]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahteladan.com/?p=659</guid>
		<description><![CDATA[Proyek semester yang dirancang oleh Manager Kelas dengan merujuk pada tema tertentu. Untuk kerja ini menjadi proyek kebanggaan setiap kelas yang dikerjakan dengan melibatkan berbagai bidang studi. Melalui unjuk kerja ini, siswa akan dilatih kemampuan sosial, daya kritis, berorganisasi dan kemampuannya belajar hal-hal baru di luar mata pelajaran reguler. Melalui unjuk kerja ini siswa juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2012/03/unjuk-kerja.jpg"><br />
<img class="aligncenter" title="unjuk-kerja" src="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2012/03/unjuk-kerja-300x218.jpg" alt="" width="300" height="218" /></a>Proyek semester yang dirancang oleh Manager Kelas dengan merujuk pada tema tertentu. Untuk kerja ini menjadi proyek kebanggaan setiap kelas yang dikerjakan dengan melibatkan berbagai bidang studi. Melalui unjuk kerja ini, siswa akan dilatih kemampuan sosial, daya kritis, berorganisasi dan kemampuannya belajar hal-hal baru di luar mata pelajaran reguler.</p>
<p>Melalui unjuk kerja ini siswa juga dilatih untuk menangani proyek mulai dari perencanaan, persiapan, pematangan hingga pelaksanaan<a href="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2012/03/unjuk-kerja.jpg"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahteladan.com/program-unggulan-unjuk-kerja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Unggulan (Panggung Berani)</title>
		<link>http://hikmahteladan.com/program-unggulan-panggung-berani.html</link>
		<comments>http://hikmahteladan.com/program-unggulan-panggung-berani.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 08:54:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahteladan.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[Uji Nyali Bukan Uji Kompetensi Tampil di Panggung Berani Gagal tidak mempersyaratkan bisa, tapi berani. Anak kelas 1 yang menjadi petugas upacara pembaca Mutiara Hikmah, maju ke tengah lapang dengan santai, gak tuh kelihatan gugup, dengar saja betapa lantang dia mengucap “Mutiara Hikmah” yang diikuti semua siswa dan guru-guru. Namun, setelahnya, suasana jadi agak riuh, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Uji Nyali Bukan Uji Kompetensi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tampil di Panggung Berani Gagal tidak mempersyaratkan bisa, tapi berani. Anak kelas 1 yang menjadi petugas upacara pembaca Mutiara Hikmah, maju ke tengah lapang dengan santai, gak tuh kelihatan gugup, dengar saja betapa lantang dia mengucap “Mutiara Hikmah” yang diikuti semua siswa dan guru-guru. Namun, setelahnya, suasana jadi agak riuh, karena kami harus mengikuti nasihat yang dibaca dengan dieja.<span id="more-655"></span><a href="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2012/03/slide06.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-656" title="slide06" src="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2012/03/slide06-300x138.jpg" alt="" width="300" height="138" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Persis itulah gambaran makna yang kami inginkan diemban Panggung Berani Gagal. Benar-benar membesarkan nyali dari kemampuan, apalagi dari prestasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai program unggulan atau program yang mengusung pengimplementasian visi, misi sekolah, keikutsertaan anak-anak di semua level ‘panggung’ wajib mengalaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">Panggung Balok</p>
<p style="text-align: justify;">Balok dengan ukuran sisi 0,5 yang ada di setiap kelas disebut Panggung Berani. Seperti halnya maksud tempat yang disebut panggung, di balok ini anak-anak memang manggung. Yang dipertontonkan bisa membaca cerita, unjuk hafalan surat-surat pendek Quran, menjawab pertanyaan (kalau di kelas 1 misalnya) penjumlahan, menyanyi, deklamasi, atau jadi tempat main-main kalau tidak sedang dipakai sesuai peruntukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara khusus Panggung Berani terkait dengan pelajaran dalam hal kedudukannya sebagai pengganti ulangan. Misalnya, daripada mengisi ulangan “Berhitung” pada selembar kertas, maka anak-anak bergilir naik ke panggung dan dipersilahkan menjawab pertanyaan dalam waktu 1 menit. Tentu saja tidak ada ketegangan, yang ada keramaian.</p>
<p style="text-align: justify;">Panggung sengaja sebuah balok selain sesuai kebutuhan, juga mudah untuk digabungkan menjadi panggung besar yang digunakan anak-anak untuk kegiatan tampil dengan/di paralel kelas atau antar kelas. Penggabungan beberapa panggung balok inilah yang kami sebut Panggung Berani Mencoba.</p>
<p style="text-align: justify;">Panggung Berani Mencoba</p>
<p style="text-align: justify;">Sesudah berani tampil di kelas di depan teman-teman sekelas, penonton pada tampilan berikutnya ditambah teman-teman dari lain kelas. Di sini pada beberapa kasus, terutama yang berhubungan dengan mata pelajaran, sudah boleh perwakilan kelas. Namun demikian, guru harus (sampai pusing) menemukan kegiatan yang beragam agar banyaknya ragam kecerdasan anak terwakili. Kalau menampilkan apa saja kemampuan anak tentu saja tidak perlu pusing. Kayaknya yang biasa bikin pusing memang yang sesuai dengan tuntutan kurikulum.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekadar memastikan anak-anak tampil di Panggung Berani Mencoba sih mudah, adakan saja lomba paduan suara yang bersyarat pesertanya sejumlah siswa sekelas. Jadi, jangan mempersulit diri, pokoknya pastikan anak-anak mendapat kesempatan tampil di depan penonton yang bukan hanya teman-teman sekelas dan gurunya saja. Boleh juga tuh dicoba lomba deklamasi dengan cara seperti paduan suara. Oh ya coba juga lomba salat berjamaah.</p>
<p style="text-align: justify;">Upacara Jumat Pagi</p>
<p style="text-align: justify;">Panggung sebesar lapangan bola, tentu saja keren. Upacara di Jumat pagi yang biasa disebut Upacara Khas SDHT dengan Pentas Kreasi Siswa adalah panggung yang memberikan kesempatan anak-anak tampil di depan seluruh warga sekolah. Hai, ini juga wajib dialami semua anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesuai minggu efektif dalam setahun, kira-kira ada 40 kali pelaksanaan Upacara Khas SDHT. Karena ada 18 kelas, masing-masing kelas kebagian sekurang-kurangnya 4 kali tampil: 2 kali sebagai petugas upacara, 2 kali menghibur di Pentas Kreasi Siswa. Di kedua ‘panggung’ ini yang pertama kali tampil adalah guru-guru. Asyik lho melihat guru-guru tampil ramai-ramai sebagai petugas upacara.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua anak sekelas yang mendapat giliran jadi petugas, tampil. Rumusnya adalah anak-anak yang jadi petugas + anak lain dalam paduan suara. Pada kesempatan yang kedua, anak-anak yang menjadi petugas pada kesempatan pertama tidak boleh jadi petugas upacara lagi. Akibat penggiliran demikian dan kebiasaan melaksanakan kegiatan tanpa persiapan yang berarti, upacara di SDHT, sama seperti keadaan kelas sehari-hari, ramai dan bukan serius; meriah bukan syahdu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah banyak lho di antara kami yang malu dengan keadaan demikian. Bagaimana tidak, lha wong banyak orangtua yang menyempatkan menonton dulu. Dan, suatu kali merebak usul agar upacara jadi serius. Caranya? Seleksi dengan ketat anak-anak yang akan jadi petugas upacara dan adakan persiapan khusus. Kau tahu, inilah kesempatan aku mengobarkan Semangat ’45. Bila hal tersebut terjadi maka upacara tidak lagi akan merupakan bagian program unggulan Panggung Berani Gagal. Penting juga untuk ditekankan dalam menghadapi hal-hal semacam itu untuk meneguhkan komitmen membela kepentingan anak-anak. Acuhkan saja penilaian orang-orang yang tidak tahu arti membela kepentingan anak-anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Panggung Khalayak</p>
<p style="text-align: justify;">Bayangkan dampak dari prinsip pengikutsertaan lomba (di luar sekolah) yang menegaskan larangan melakukannya untuk kepentingan mendapat juara. Seru.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak di SD Hikmah Teladan, siapapun dia, wajib mengalami mewakili sekolahnya dalam lomba-lomba yang diselenggarakan pihak luar. Lomba apa saja, pokoknya nyali anak-anak tidak hanya jago kandang. Anak-anak SDHT, setidaknya sekali selama di SDHT, mendapat penghargaan untuk mewakili sekolahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesempatan berproses untuk bernyali dalam konteks di lingkungan sekolah telah membuat anak-anak SD Hikmah Teladan tidak bermasalah untuk dijadikan utusan perlombaan di manapun. Bagi mereka, ayo saja ikutan lomba apapun, kapan dan di mana pun. Perasaan enteng ini sepertinya sudah mempengaruhi kami, yaitu kebiasaan mengikuti lomba tanpa persiapan. Ini menjadi sedikit bermasalah dengan orangtua yang sudah mementingkan prestasi sehingga persiapan adalah mutlak. Sekolah sebagai sebuah lembaga pun tentu berkepentingan dengan pajangan piala untuk nama baiknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jawaban pada kedua tuntutan itu mudah, yaitu dengan cara mengembalikan pada tujuan. Bahkan, ini perlu dipertanggungjawabkan secara administratif, masih besar kemungkinan ada anak-anak yang lulus dari SD Hikmah Teladan tanpa pernah menjadi perwakilan sekolah pada lomba di luar. Mungkin yang selalu sulit adalah kokohnya kita memegang prinsip sendiri, cemburu dengan prestasi yang lain, atau tergesa-gesa untuk melabelkan pencapaian tertentu pada perkembangan anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurang beragamnya lomba-lomba yang dilaksanakan di luar menjadi masalah lain bagi kami. Lomba yang begitu-begitu saja, terutama yang bertujuan untuk melombakan keterampilan dan bukan ekspresi (dalam pengertian umumnya), membuat kami kesulitan menambahkan variabel lain (selain menguji nyali) pada anak-anak. Misalnya, sungguh, sangat sulit menjadikan pertemuan sangat intens dalam sebuah lomba dapat melahirkan variabel untuk menjalin persahabatan. Mungkin ini mimpi kali untuk sebuah lomba yang membuat kekalahan identik dengan rasa malu dan membekaskan kesedihan, dan persiapan menuju sebuah lomba untuk mengalahkan yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Penutup</p>
<p style="text-align: justify;">Mempertahankan dan mempertanggungjawabkan Panggung Berani Gagal (sekadar) untuk menguji nyali ternyata sulit. Sepertinya sepele ya hanya membebankan pada sebuah program unggulan untuk menguji nyali. Ternyata kenyataannya selain kami perlu punya nyali juga harus mau ngotot. Ah, mungkin ini sekedar kabar angin lalu bahwa kita tidak terbiasa menikmati proses atau apa yang disebut pendidikan yang berorientasi karakter. Atau, kita tidak paham bahwa proses yang identik dengan ruang ekspresi bebas tidak pernah menumbuhkan sebuah pohon dengan sebuah cabang, ia pohon dengan jumlah cabang yang banyak dan dengan cabang yang tumbuh tak terduga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahteladan.com/program-unggulan-panggung-berani.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IPK 4 Belum Tentu &#8220;Cum Laude&#8221;</title>
		<link>http://hikmahteladan.com/ipk-4-belum-tentu-cum-laude.html</link>
		<comments>http://hikmahteladan.com/ipk-4-belum-tentu-cum-laude.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Feb 2012 21:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahteladan.com/?p=649</guid>
		<description><![CDATA[DEPOK, KOMPAS.com &#8211; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan, kewajiban publikasi ilmiah sebagai syarat kelulusan bagi mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 yang dituangkan dalam surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tidak memiliki kekuatan hukum dan hanya bersifat dorongan. Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) Idrus Paturusi juga mempertegas bahwa surat tersebut hanya upaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DEPOK, KOMPAS.com &#8211; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan, kewajiban publikasi ilmiah sebagai syarat kelulusan bagi mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 yang dituangkan dalam surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tidak memiliki kekuatan hukum dan hanya bersifat dorongan. Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) Idrus Paturusi juga mempertegas bahwa surat tersebut hanya upaya untuk mendorong budaya menulis. Tak ada sanksi bagi mahasiswa yang tak memublikasi karya ilmiahnya.<br />
Akan tetapi, kata Idrus, meski tak ada sanksi, akan ada perbedaan predikat kelulusan antara mahasiswa yang memublikasi karya ilmiahnya dengan mahasiswa yang tak melakukannya.<br />
Yang diinginkan Mendikbud adalah kesadaran kita. Sanksinya tidak ada kecuali predikat kelulusan. Mahasiswa yang mempunyai IPK 4 belum dinyatakan cum laude jika gagal dalam publikasi. Sebaliknya, mahasiswa dengan IPK 3,7 bisa cum laude jika berhasil melakukan publikasi,&#8221; papar Idrus, di sela-sela Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK), di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Bojongsari, Depok, Senin (27/2/2012).<br />
Dihubungi terpisah, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Suyatno mengatakan, pihaknya menyambut baik diubahnya aturan ini. Menurutnya, perguruan tinggi swasta (PTS) belum semuanya memiliki infrastruktur yang baik untuk menampung makalah mahasiswa. Termasuk di dalamnya jurnal online (e-journal).<br />
&#8220;Kami menyambut baik. Harusnya pemerintah membantu PTS untuk membangun infrastrukturnya,&#8221; tegas Suyatno.<br />
Sebelumnya, secara resmi, APTISI telah menyatakan penolakan atas diwajibkannya publikasi karya ilmiah sebagai syarat kelulusan. Rencananya, kebijakan itu akan efektif berlaku bagi lulusan setelah Agustus 2012. Akan tetapi, kebijakan ini menuai kontroversi. Jumlah jurnal ilmiah yang ada dinilai tidak sesuai dengan jumlah mahasiswa yang diwajibkan memublikasi karya tulisnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahteladan.com/ipk-4-belum-tentu-cum-laude.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nilai IQ Bisa Berubah di Usia Remaja?</title>
		<link>http://hikmahteladan.com/nilai-iq-bisa-berubah-di-usia-remaja.html</link>
		<comments>http://hikmahteladan.com/nilai-iq-bisa-berubah-di-usia-remaja.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 01:33:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahteladan.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[KOMPAS.com — Tinggi rendahnya tingkat kecerdasan intelligence quotient (IQ) seseorang selama ini dianggap tidak akan berubah seumur hidup. Akan tetapi, untuk pertama kalinya para ilmuwan mengatakan bahwa nilai IQ bisa bertambah atau berkurang di usia remaja. Dalam jurnal Nature, para ilmuwan dari University College London, Inggris, menyebutkan bahwa IQ seseorang, terutama pada remaja, bisa berubah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><a href="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2011/10/iq.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-630" src="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2011/10/iq.png" alt="" width="346" height="231" /></a>KOMPAS.com — Tinggi rendahnya tingkat kecerdasan intelligence quotient (IQ) seseorang selama ini dianggap tidak akan berubah seumur hidup. Akan tetapi, untuk pertama kalinya para ilmuwan mengatakan bahwa nilai IQ bisa bertambah atau berkurang di usia remaja.

Dalam jurnal Nature, para ilmuwan dari University College London, Inggris, menyebutkan bahwa IQ seseorang, terutama pada remaja, bisa berubah. Dalam penelitian itu para ilmuwan menguji kecerdasan remaja 19 remaja laki-laki dan 14 remaja putri usia 14 tahun, kemudian dites lagi di usia 18 tahun.

Tes yang dilakukan pada remaja itu merupakan kombinasi pemindaian otak dan tes IQ verbal dan non-verbal yang dilakukan pada tahun 2004 dan diulang pada tahun 2008. Hasilnya, ditemukan perubahan IQ dalam tes verbal pada 39 persen remaja dan nilai IQ spasial reasoning (tes kemampuan) pada 21 persen responden.

Para peneliti mengklaim, tes ini memiliki tingkat validitas yang besar karena untuk pertama kalinya diketahui variasi dalam nilai IQ yang berkorelasi dengan dua area otak yang berbeda.
Peningkatan nilai IQ dalam bidang verbal berhubungan dengan perkembangan kepadatan bagian otak sebelah kiri, yakni area yang aktif ketika seseorang berbicara. Sementara itu, peningkatan nilai IQ non-verbal berkaitan dengan peningkatan kepadatan di anterior cerebellum, yakni area yang berhubungan dengan gerakan tangan.</pre>
<p><span id="more-629"></span></p>
<pre>
Dalam laporan penelitiannya, Profesor Cathy Price, ketua peneliti, menjelaskan bahwa hasil riset ini bisa menjadi bukti bahwa potensi kecerdasan seseorang bisa ditingkatkan.
"Selama ini kecerdasan anak-anak cenderung diukur di usia dini, tetapi hasil riset ini menunjukkan bahwa kecerdasan anak masih bisa berkembang. Para pendidik harus berhati-hati agar tidak menyebut seseorang kecerdasannya rendah di usia dini karena faktanya, IQ masih bisa meningkat beberapa tahun kemudian," katanya. 

Meski penelitian ini tidak menjelaskan sebab akibat dari peningkatan IQ pada remaja tersebut, para peneliti menjelaskan bahwa kematangan para remaja tersebut mungkin terjadi pada usia yang berbeda.
</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahteladan.com/nilai-iq-bisa-berubah-di-usia-remaja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Visi Misi</title>
		<link>http://hikmahteladan.com/visi-misi.html</link>
		<comments>http://hikmahteladan.com/visi-misi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 10:22:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Visi Misi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahteladan.com/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[Visi SD Hikmah Teladan &#8220;Menjadi terdean dalam menerapkan konsep pendidikan anak merdeka&#8221; &#160; Misi SD Hikmah Teladan Menumbuhkan sikap tauhid anak sejak dini dan kemampuan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Memelihara kemerdekaan anak dan memperluas jangkauan kemerdekaannya seiring tumbuh kembang yang dilalui anak. Mengokohkan pemahaman bahwa sesungguhnya belajar adalah pemenuhan rasa ingin tahu. Menempatkan peran penting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2011/10/3e07e1e4495e996daf48eba76340cdd0.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-627" src="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2011/10/3e07e1e4495e996daf48eba76340cdd0.jpg" alt="" width="538" height="230" /></a>Visi SD Hikmah Teladan</strong></p>
<p>&#8220;Menjadi terdean dalam menerapkan konsep pendidikan anak merdeka&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Misi SD Hikmah Teladan</strong></p>
<ol>
<li>Menumbuhkan sikap tauhid anak sejak dini dan kemampuan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.</li>
<li>Memelihara kemerdekaan anak dan memperluas jangkauan kemerdekaannya seiring tumbuh kembang yang dilalui anak.</li>
<li>Mengokohkan pemahaman bahwa sesungguhnya belajar adalah pemenuhan rasa ingin tahu.</li>
<li>Menempatkan peran penting guru untuk menumbuhkan keingintahuan anak dan mengarahkannya dengan cara yang paling mereka harapkan, paling mereka minati.</li>
<li>Mendidik anak agar belajar berani mencoba sebagai pandangan kami tentan pendidikan sekaligus metode pembelajaran yang dikembangkan.</li>
<li>Menumbuhkan anak yag penus percaya diri dan berkembang menjadi dirinya sendiri melalui pemberian rasa aman, penghindaran dari celaan dan cemoohan, serta pemberian keleluasaan untuk berekspresi dan bereksplorasi.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahteladan.com/visi-misi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sahabat Alam</title>
		<link>http://hikmahteladan.com/sahabat-alam.html</link>
		<comments>http://hikmahteladan.com/sahabat-alam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 01:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahteladan.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2011/09/Sahabat-Alam.jpg"><img src="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2011/09/Sahabat-Alam.jpg" alt="" width="550" height="254" class="aligncenter size-full wp-image-33" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahteladan.com/sahabat-alam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berani Gagal</title>
		<link>http://hikmahteladan.com/berani-gagal.html</link>
		<comments>http://hikmahteladan.com/berani-gagal.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 01:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahteladan.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2011/09/slide06.jpg"><img src="http://hikmahteladan.com/wp-content/uploads/2011/09/slide06.jpg" alt="" width="550" height="254" class="aligncenter size-full wp-image-30" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahteladan.com/berani-gagal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.690 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-04-06 06:02:29 -->

